News

Pramugari, Pelayan Yang Naik Kelas?

Pramugari mungkin salah satu profesi yang dicita-citakan kaum hawa. Kesan cantik, pintar, dan berpenghasilan besar jadi daya tarik profesi ini. Namun benarkah hal itu?

Pramugari sebenarnya adalah pelayan penumpang. Tetapi tentunya bukan sembarang pelayan, mereka adalah pelayan para penumpang pesawat. Karena melayani penumpang pesawat, mereka pun menjadi profesi yang menjanjikan.

Untuk menjalankan profesi ini, seorang pramugari dituntut berpenampilan menarik, berwawasan luas dan tentunya murah senyum. Pramugari juga harus selalu sigap dalam kondisi apapun. Pasalnya profesi pramusaji pesawat ini harus siap menghadapi setiap kejadian yang terjadi di udara.

Pramugari juga harus siap kerja lembur, mengantar makanan pada ratusan orang, menjual barang duty free, melayani tamu, dan semua itu dilakukan dengan tetap mengumbar senyuman kepada penumpang.

Menjadi pramugari emang tidak selamanya menyenangkan, gosip miring skandal dengan pilot atau penumpang, makian dari penumpang yang tidak puas, pelecehan bahkan kecelakaan menjadi risiko pekerjaan ini.

Salah satu pengalaman yang tidak terlupakan mungkin yang dialami oleh pramugari Merpati Ailines Sherly Juwita. Pramugari berusia 36 tahun itu menolong seorang ibu yang melahirkan di atas pesawat.

Saat itu Sherly sedang bertugas di pesawat Merpati dengan nomor penerbangan MZ 845 dari Timika menuju Makassar. Seorang penumpang yang sedang hamil tiba-tiba merasa akan melahirkan di pesawat yang sedang mengudara di atas ketinggian 5000 kaki itu.

“Dengan bantuan kru, saya langsung melakukan proses lahiran. Saya teriak ke ibu ‘copot celananya bu!’ Lalu tak seberapa lama sudah terlihat kepala bayi. Lalu saya tahan kepalanya sampai keluar bayi itu,” papar Sherly kepada merdeka.com beberapa waktu lalu.

Beruntung bagi Sherly, pendidikan pramugarinya telah membekali proses persalinan di atas pesawat. Dia pun bisa menolong persalinan tersebut dengan lancar.

“Saya ingat kata dokter, plasentanya harus keluar, baru dipotong. Saya langsung tekan perut sang ibu agar keluar plasentanya. Lalu saya potong dengan gunting steril yang tersedia di medical kit yang tersedia di pesawat,” kata dia.

Setelah bayi lahir, ternyata permasalahan belum selesai. Karena lahir prematur, bayi tersebut harus diletakkan di inkubator. Dengan bantuan penumpang dan kru lain, Sherly membungkus sang bayi dengan selimut tebal serta beberapa bungkus air hangat yang diletakkan di punggung bayi.

“Karena perjalanan masih dua jam, saya terus berusaha membuat bayi itu nangis sambil memasang masker oksigen ke sang bayi. Alhamdulillah sepanjang perjalanan sang bayi menangis terus,” ungkap dia.

Pramugari memang profesi yang menyenangkan tetapi juga memiliki risiko yang sangat tinggi.

sumber: merdeka.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s