News

Benarkah Pramugari Dipecat Ketika Badan Melar?

turkish-airlines-without-nose-gear

Memiliki tubuh gemuk bagi seorang pramugari bisa menjadi masalah tersendiri saat menjalani profesinya. Kondisi itu pernah terjadi ketika sebuah maskapai penerbangan di Turki melarang awak kabinnya mengudara akibat berat badan yang melebihi aturan.

Dari penelusuran merdeka.com, pada 2010 lalu, maskapai bernama Turkish Airlines melarang terbang 28 awak kabin yang kelebihan berat badan. Para pramugari itu diberi waktu selama 6 bulan untuk menyusutkan badan jika tak ingin dipindahtugaskan.

“Para pramugari tersebut, 13 di antara mereka wanita, tidak akan digaji hingga mereka dapat menurunkan berat badan mereka,” kata harian Haber Turk, mengutip pernyataan Turkish Airlines.

Menurut harian Haber Turk, sebelumnya para pramugari itu telah diperingatkan untuk rajin berolahraga. Mereka beralasan, faktor berat badan berlebih bisa mengurangi penampilan dan kelincahan selama melayani penumpang.

Meski demikian, dari hasil penyidikan setempat, tidak ada seorang pun yang tidak sepakat dengan aturan tersebut. Bahkan, tidak ada laporan mengenai keluhan para penumpang dengan adanya pramugari yang memiliki kelebihan berat badan.

Di antara para pekerja maskapai tersebut ada 13 wanita yang tidak akan digaji sampai bentuk tubuhnya kembali ideal. Sebelum skorsing ini, ada peringatan terlebih dulu soal pentingnya menjaga kestabilan berat badan.

Izzet Lehvi, ketua perhimpunan awak kabin yang termasuk di antara karyawan yang dirumahkan, mengatakan kepada Haber Turk, ia harus menurunkan 10 kilogram untuk mencapai 96 kilogram jika ia ingin kembali ke tempat tugasnya semula.

Selain Turki, maskapai Air India, juga sempat mengeluarkan kebijakan serupa mengenai masalah yang salam. Meski demikian, BUMN asal India itu juga sempat mengalami kekurangan awak kabin akibat keputusan tersebut usai memecat pramugari yang kelebihan berat badan.

Atas alasan itu, Air India kembali mengajak pramugari yang sempat dipecat untuk kembali bekerja dengan mereka. Setidaknya dilaporkan, perusahaan penerbangan itu telah mendekati sembilan dari 10 perempuan yang dipecat lebih dari setahun lalu, sebab mereka tak memenuhi kriteria berat tubuh ketat buat staf yang bekerja di kabin.

“Sebanyak tiga dari mereka telah menyatakan mereka akan bersedia bekerja kembali,” kata juru bicara itu.

Meski sempat menyatakan akan kembali mempekerjakan karyawannya, maskapai ini tetap menekankan batas berat tubuh masih berlaku –berat tubuh pramugari dihitung berdasarkan tinggi dan usia– dan awak tersebut nantinya harus memiliki tubuh lebih langsing kalau mereka melamar kembali untuk memperoleh lagi pekerjaan lama mereka.

“Kami tak mengendurkan standar,” katanya.

Sumber: merdeka.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s